Pengikut

Selasa, 07 Juli 2015

BANTUAN BENIH KEDELAI UNTUK PETANI

PENYERAHAN BENIH KEDELAI OLEH PAK YATIRAN KADES BOBANG

Pak Kades disaksikan Babinsa Desa Bobang menyerahkan benih Kedelai kepada petani
Semen (5/7). Ahad malam Senin ba'da Sholat Tarawih, Saya diundang oleh kelompoktani Sri Sedono Desa Bobang untuk pertemuan kelompok dalam rangka Sosialisasi Program PAT Kedelai. Seperti biasa, pertemuan kali ini juga dihadiri banyak anggota kelompoktani, apalagi bantuan benih kedelai sudah datang di kelompok. Alhamdulillah, dalam pertemuan ini Pak Kades Yatiran, Pak Babinsa Bharata, Pak Kasun Basuki, Pak Jogotirto, Pak Ketua Gapoktan juga ikut hadir memberikan dukungan  demi tercapainya program ini.
Pak Purnomo Ketua Kelompoktani Sri Sedono memimpin pertemuan kelompoknya
Pak Yatiran, selaku Kepala Desa Bobang, menyatakan dukungannya kepada program PAT Kedelai ini, dan akan terus mendukung program-program pertanian yang digagas oleh kelompoktani bersama penyuluh pertanian. Muali dari program fisik untuk usulan pembenahan saluran irigasi, usulan pompa air, maupun kegiatan pelatihan pembuatan pupuk bokashi. Pak Bharata, sebagai Babinsa Desa Bobang menyampaikan agar petani bisa mendukung swasembada Padi, jagung Kedelai yang di programkan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan petani.
Suasan pertemuan yang hangat ditengah dinginnya angin musim kemarau
Pertemuan kelompok ini berlangsung dinamis, karena berbagai keluhan dan harapan petani bisa ditampung dengan baik oleh aparat pemerintah Desa Bobang dan pengurus kelompoktani. Dan di ujung pertemuan, setelah pendataan calon penerima bantuan benih kedelai selesai, Bapak Yatiran bersama Pak Bharata menyerahkan bantuan kedelai secara simbolis kepada anggota kelompoktani. Semoga program ini berjalan sukses, selamat berjuang Pak Tani...(sholeh_nugroho) 

Jumat, 03 Juli 2015

SEDULUR TANI…..AYO RAME-RAME NANDUR DELE …..

Kami bersama Penyuluh dan pak Mantri siap mendukung program Kedelai....
(petani Desa Titik menggugah semangat petani lainnya)  
Semen (4/7/2015). Bisa dikatakan kedelai merupakan salah satu bahan baku pangan yang sangat dibutuhkan di negeri kita. Kedelai  yang kaya protein ini merupakan kebutuhan  berbagai makanan yang digemari masyarakat. Mulai dari makanan  tradisional tahu, tempe, kecap, kedelai  goring, gempo, bubuk, susu kedelai dan berbagai  makanan olahan  lainnya, menunjukkan betapa  kedelai  memiliki  tempat  tersendiri  di hati masyarakat.
Kita saling memberi semangat untuk keberhasilan PAT Kedelai
Jangan lupa sebelum ditanam, benih kedelai harus diberi Rhizobium
Ibu Supartiwi terjun langsung ikut menanam kedelai
Sayangnya,  kebutuhan akan bahan baku kedelai  tidak dapat terpenuhi  dari  dalam negeri,  bahkan sebagian besar justru harus  diimpor. Karena itulah pemerintah menyelenggarakan program Perluasan Areal  Tanam Kedelai untuk kembali  menggalakkan budidaya kedelai  yang mulai ditinggalkan  petani dan sekaligus untuk  memenuhi  kebutuhan  kedelai  dalam negeri.

Alhamdulillah, Rabu  (1/7/2015) kemarin, pembagian benih kedelai  kepada kelompoktani  tahap kedua  di Kecamatan Semen telah selesai. Artinya seluruh kelompoktani  penerima program PAT Kedelai  di kecamatan Semen sejumlah dua belas kelompok, bisa segera melaksanakan  pembagian  benih untuk anggota  dan mulai menanam benih kedelai.
Bapak-bapak yang menugal...
Ibu-ibu bertugas menanam benih kedelai
Seperti  halnya yang dilakukan oleh Ketua Kelompoktani Among Tani  Desa Titik  Bapak Sukar dan para  anggotanya. Hari ini, mereka mulai menanam benih kedelai  dengan pengolahan lahan minimum setelah  panen padi. Bapak-bapak tani  membuat  lubang dengan tugal, sedangkan ibu-ibu  memasukkan dua butir  benih kedelai   ke dalam lubang.  Sedangkan yang lain menutup lubang  dengan  pupuk organik.

Sebagai program unggulan pemerintah, diharapkan dengan bimbingan teknis dari Penyuluh Pertanian, Petugas POPT,  Mantri  Pertanian serta dukungan semua pihak,  maka budidaya  kedelai  ini akan mencapai keberhasilan. Amien. (sholeh_nugroho) 

BANTUAN BENIH KEDELAI SUDAH DATANG ….

Benih Kedelai program PAT Kedelai, diterima perwakilan kelompoktani Sri Sedono Desa Bobang
Semen (1/7/2015) Rabu pagi pukul  sembilan empat  puluh lima menit, sebuah truk dobel  engkel  yang menyusuri  jalan Dusun  Kembangan  Desa Bobang berhenti di halaman rumah Pak Sukar. Dengan ijin  yang empunya rumah, saya  meminta  agar Benih Kedelai Varietas Wilis untuk  program PAT kelompoktani   Sri  Sedono  segera diturunkan  dari  bak truk.

Satu-per satu karung  kedelai berukuran  20  kg berhasil dipindahkan  ke dalam teras  rumah  Pak  Sukar. Sebanyak  62,5 karung  atau sekitar  1,25 ton benih kedelai untuk kebutuhan  tanam  25 Ha  lahan sawah, hari itu  di serahterimakan kepada  kelompoktani  di  Desa Bobang. Setelah sebelumnya bantuan pupuk organik sebanyak 100 kwintal dan agensia Rhizobium 25 paket diterima lebih  dulu.

Truk Hijau pengangkut benih Kedelai dari Diperta Kabupaten Kediri
Walaupun tua, Pak Sukar juga masih kuat mengangkat sekarung benih kedelai
Pak Panggih mengawasi jumlah kedelai yang diturunkan dari Truk
Pak Sukar selaku anggota kelompoktani Sri Sedono juga menyaksikan serah terima benih kedelai
Kalo yang ini, paket pupuk organik yang diturunkan minggu lalu Pak....
Beberapa waktu kemudian, truk hijau  tersebut melanjutkan tugas untuk menyalurkan bantuan benih  kedelai untuk Desa Pagung dan Desa Joho. Selamat jalan pak  Sopir. Semoga  Selamat sampai di Tujuan.  (sholeh_nugroho)
NGABUBURIT BERSAMA CHEF AGUS MEMBUAT MENU BERBUKA ISTIMEWA
ABON JANTUNG PISANG,  DENDENG  NANGKA MUDA DAN NUGGET  JAGUNG

Aneka jenis Abon berasal dari pangan lokal
Berbagai Jenis Dendeng yang mengundang selera makan

Ada Nugget Jagung, Brownies Waluh, Kripik dan....
Kediri (4/7/2015) Indonesia kaya akan keragaman bahan pangan lokal. Hal ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif, yang bernilai gizi tinggi dan selalu tersedia. Umbi-umbian, Jagung, Sukun, Jantung Pisang, Nangka, Sirsak, Keluwih, Waluh, Tomat, Jamur, Kenikir, dan Daun Singkong merupakan tanaman tradisional yang dikenal masyarakat sejak lama sebagai sumber pangan (karbohidrat) yang dapat diandalkan sebagai komplemen dan suplemen beras.
Chef Agus menunjukkan inovasi olahannya Abon dari Jantung Pisang atau Ontong 
Berbagai  sumber pangan alternatif yang bervariasi ini begitu melimpah dan dapat dikembangkan menjadi olahan yang lebih murah, beragam, aman, bernilai gizi tinggi dan tentunya  memiliki nilai jual tinggi terutama pasca panen. Untuk itu diperlukan inovasi kreatif untuk mengembangakan sumber daya lokal menjadi  produk makanan olahan  yang dapat diterapkan oleh masyarakat luas, baik dari segi teknis maupun teknologinya.
Saya dan peserta lainnya terkagum-kagum dengan tampilan dendeng Nangka Muda.
Rasanya bagaimana ya?

Ini lho cocok untuk buka puasa nanti....
Hemmm ternyata bahan pangan lokal bisa diolah seperti ini ya....
Kali ini, Chef Agus memperkenalkan inovasi  makanan olahan  dengan bahan dasar  jantung pisang, nangka muda dan jagung  kepada  peserta workshop. Meskipun, demikian Chef Agus juga menyajikan  beberapa aneka olahan yang lain,  seperti   dendeng keluwih, dendeng daun singkong, abon jamur,  abon nangka muda,  abon sisrsak, abon  sukun, brownies waluh, kripik kenikir dan kripik tomat

Hemmmm……Bagaimana, apakah  anda tertarik untuk membuatnya? Jika bahan pangan tersebut tersedia di  sekitar  rumah anda,  tidak ada salahnya jika anda mencoba mempraktekkan  resep Chef Agus dibawah ini.  Selamat mencoba ! (sholeh _nugroho) 

ABON JANTUNG PISANG ala Chef AGUS

Bahan :Jantung pisang   3 kgGula merah, sisir halus  ½ kgTepung tapioka  1½ sdmKaldu bubuk    25 gr Haluskan : Bawang merah   75 grBawang putih   10 grKetumbar   50 grGaram   sckpnya Penyedap rasa  1 sdtLengkuas  50 grCabai rawit   1 sdm

 Cara membuat : 
1.Kupas 3 – 4 lembar jantung pisang. Cuci sampai bersih. Potong-potong setebal 2 cm. Tiap potongan dibelah kecil kecil agar tidak merusak serat alaminya.
2.Rebus jantung pisang dengan panci tertutup selama 4 menit. Angkat dan tiriskan.
3.Blender jantung pisang sambil diberi sedikit air hingga agak halus.
4.Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan gula merah, aduk hingga rata. Masukkan tepung tapioka, aduk cepat.
5.Tambahkan jantung pisang, aduk terus selama beberapa menit. Angkat.
6.Cetak dendeng dengan ketebalan sedang.
7.Jemur dendeng sampai kering, tapi jangan sampai menjadi kerupuk.
8.Simpan dendeng selama 3 jam dalam lemari es agar menjadi lembab. Goreng dendeng sampai matang. 

DENDENG  NANGKA MUDA ala Chef AGUS

Bahan :
Nangka muda, kupas, rebus hingga lunak  1 kg  
Garam  12 gr
Gula pasir  12 gr
Merica bubuk  5 gr  
Pala bubuk  5 gr  
Bawang putih bubuk  3 gr  
Tomat pasta  2 sd 
Susu bubuk  12 gr
Bawang merah, haluskan  25 gr
Bawang bombai, cincang hls  25 gr
Air  100 ml
Penyedap rasa   sckpnya

Cara membuat :
1.Aduk rata susu bubuk dengan air. Campur dengan semua bahan dan bumbu hingga rata.
2.Haluskan adonan dengan blender.
3.Masak di atas api sambil diaduk – aduk hingga kering. Angkat.
4.Cetak di atas nyiru, lalu jemur hingga kering.
5.Goreng apabila hendak dikonsumsi.

 NUGET JAGUNG (Ayam  Kaki Naga) ala Chef AGUS
Bahan Ayam Kaki Naga : 
Jagung manis rebus   100 gram
Jus jagung (rebus sampai mendidih)  150 ml
Ayam Giling  150 gram
Tepung terigu  100 gram
Tepung Tapioca  125 gram 
Garam  1 sdt
Gula  ½ sdt
Lada  ½ sdt
Kaldu bubuk  1 sdt
Bawang prei cincang   1 batang
Stik kayu  10 buah
Minyak goreng   secukupnya
Adonan Pelapis :
Tepung terigu  50 gr
Telur   1 butir
Tepung pangko / tepung roti / panir   50 gr

Cara Membuat :
Kaki  Naga :
Campur tepung terigu, garam, lada, kaldu, gula, dan bawang prei aduk merata lalu siram dengan jus jagung yang telah mendidih.
Tambahkan jagung manis, tepung  tapioca, ayam giling dan uleni sampai kalis.
Ambil sedikit adonan bentuk menjadi lonjong lalu tusuk dengan stik kayu, sisihkan.
Rebus dalam air hingga terapung, angkat.
Gulingkan pada tepung terigu lalu celupkan dalam telur kocok dan taburi dengan tepung pangko
Goreng  hingga kuning kecoklatan.
Sajikan

NGABUBURIT DI KELOMPOK WANITA TANI SRIKANDI DESA PAGUNG

Berbagi SHU Menjelang Lebaran dalam Rapat Anggota Tahunan

Bapak Rosaji, SP sedang memberikan penyuluhan dalam RAT KWT Srikandi
Pagung (2/7/2015). Sore itu, kami mendapat undangan dari bu  Poniyem Ketua Kelompok Wanita  Tani Srikan di Desa Pagung untuk  menghadiri Rapat Anggota Tahunan. Acara yang telah rutin diselenggarakan sejak empat tahun lalu, membuktikan bahwa roda organsasi koperasi  KWT Srikandi semakin berkembang. Setidaknya saat ini tercatat 63 orang menjadi  anggota aktifnya, dengan modal kelompok mencapai 60 juta rupiah. Dalam RAT kali ini, disepakati pembagian  Sisa Hasil Usaha sebesar Rp. 70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah) untuk setiap anggota.  Hal ini tentunya adalah sebuah pencapaian yang  perlu kita apresiasi dan dukung bersama.

Acara yang digelar di  rumah Bapak Taji atau lebih dikenal sebagai Jogoboyo Desa Pagung ini, berlangsung hangat walaupun dalam kesederhanaan. Saya beserta rombongan yang menghadiri acara ini diantaranya Bapak Rosaji, SP Koordinator  BPP Kecamatan  Semen,  Pak Saifudin Zuhri selaku Penyuluh WDB IV, Petugas POPT Supriadi, SP, Bapak Sahat Tua dari Kasi Perlindungan Tanaman Diperta, dan Pak Nugroho, Mantri Tani Kecamatan Semen.
Pak Kades Pagung Supriyadi turut memberikan nasehat dan arahan untuk kemajuan KWT
Ibu Poniyem dengan semangat memimpin jalannya RAT
Ibu-ibu anggota KWT Srikandi menyimak nasehat dari penyuluh 
Dalam pengarahannya, Pak Rosaji mengharapkan agar kegiatan KWT yang sudah berjalan agar lebih ditingkatkan lagi. Penyuluh Pertanian siap untuk memberikan pelatihan teknis mengolah makanan lokal agar bisa dibuat aneka macam kudapan yang bergizi dan bernilai jual  tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota KWT. Beliau juga menghimbau kepada Bapak Supriyadi, Kades Pagung beserta perangkatnya yang  juga hadir dalam acara tersebut untuk  bisa memberikan  perhatian kepada KWT Srikandi yang sedang berkembang.

Pak Saifudin memberikan Tausiyah dan kultum menyambut buka puasa

Waktu bergulir dengan cepat. Kegiatan yang dimulai  pukul empat sore itupun diakhiri dengan rangkaian Kuliah Tujuh Menit oleh Pak  Saifudin dan do’a  bersama. Tiba-tiba terdengar kumandang suara Adzan Maghrib yang menandakan diperbolehkannya untuk berbuka puasa. SELAMAT BERBUKA BERSAMA…. (sholeh_nugroho)
Monggo.... kulo buka rumiyin Pak.
Mari pak silakan diambil lauknya......Masih banyak kok

RANGKAIAN SOSIALISASI PROGRAM KEDELAI PADA KELOMPOKTANI DI KECAMATAN SEMEN


Sosialisasi PAT Kedelai 2015 di Kelompoktani Sri Rejeki Dusun Getuk Desa Pagung
Semen (1/7/2015).  Guna menyukseskan program Perluasan  Areal Tanam Kedelai, Penyuluh Pertanian  dan Dinas terkait, tak henti-hentinya mengadakan sosialisasi program budidaya kedelai ini kepada kelompoktani. Siang maupun malam para petugas  lapangan ini bekerja penuh komitmen demi terwujudnya program UPSUS PAJALE dari pemerintah. Berikut ini gambaran kegiatan  mereka selama bulan Juni lalu.(sholeh_nugroho)  
Sosialisasi PAT Kedelai di BPP Semen
Semua pihak bersama-sama mendukung program Kedelai
Pak Saifudin mengenalkan program kedelai di Dusun Gethuk Desa Pagung 
Sosialisasi Program Kedelai pada pertemuan HIPPA Desa Bobang oleh Pak Sholeh 
Antusias petani Desa Bobang dalam sosialisasi Kedelai
Pak Mantri Tani dan Pak Kades Pagung turun langsung mensosialisasikan program Kedelai

Sosialisasi PAT Kedelai oleh Bu Supartiwi di Gapoktan Desa Kedak
Pertemuan Gapoktan Desa Pagung tentang Sosialisasi Kedelai
yang dihadiri Koordinator BPP Semen, POPT, Bapak Polisi dan Polwan Polsek Semen 
Sosialisasi Kedelai di tengah sawah pada Gapoktan Bulu Mulyo Desa Bulu oleh Pak Panggih Sudarsono 

Sosialisasi Program Kedelai melalui pertemuan di Mushola Bungas Desa Kedak
oleh Pak Didik HP, Pak Nugroho dan Pak Sholeh

Bu Kades Kedak dan Babinsa juga turut hadir dalam sosialisasi Program Kedelai

Sosialisasi Kedelai pada Gapoktan Rukun Tani Mulyo Desa Sidomulyo
 di rumah Pak Samelan oleh Pak Panggih

Rabu, 01 Juli 2015

WORKSHOP DIVERSIFIKASI PANGAN OLAHAN 
BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL 
UNTUK PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN KEDIRI

Bu Laili mengulas Kajian Gizi Pangan Lokal dan Olahannnya
Chef Agus mengajarkan cara mengolah bahan pangan lokal
Kediri (30/6/2015). Penyuluh Pertanian memiliki peran  penting dalam menyebarluaskan   kampanye diversifikasi produk pangan olahan yang berasal dari sumberdaya lokal. Untuk mendukung misi tersebut, BKP3 menyelenggarakan Wokrshop Diversifikasi Produk Pangan Olahan Berbasis Sumberdaya Lokal di  Simpang Lima Gumul Kediri Convention Hall.

Acara workshop ini dikemas sangat menarik, dengan narasumber Laili Rahmawati,STP.,MMA  dosen   Akademi Gizi Surabaya, yang mengulas Kajian Gizi Pangan Lokal dan Olahannya, serta  Chef Agus Syafruddin,  seorang Chef  yang cukup  Dikenal di Kota Kediri sekaligus pengajar  Tata Boga di SMKN2 Kota Kediri.

Walaupun  digelar ditengah  puasa Ramadhan, antusias peserta tidak meluntur. Diskusi menghangat  mengalir  seputar teknik pengolahan bahan pangan lokal seperti  sukun, singkong, bayam, keluwih, jantung pisang,  labu, nangka muda, jagung, dan jamur menjadi produk pangan siap saji. Sumber pangan alternatif  tersebut  dapat diolah dengan inovasi menjadi produk pangan olahan yang bervariasi misalnya aneka jenis makanan frozen food (nuget, sosis,bakso, abon, dendeng ), aneka jenis makanan ringan (krupuk, kripik, stik ), aneka jenis kukis, aneka jenis jam/selai, dan aneka jenis kudapan. Sebagai contoh Jagung  yang  dapat diolah  menjadi  Puding Jagung, Emping jagung, Popcorn, Cake jagung, Bihun Jagung, Tortilla , susu jagung , dan Talam jagung.

Kumandang adzan Maghrib yang menggema mengakhiri acara ini. Dengan hati suka cita peserta workshop menuju ruang makan untuk berbuka puasa bersama. Alhamdulillah dapat menimba ilmu sambil bersilaturahim bersama penyuluh pertanian se-Kabupaten Kediri.(sholeh_nugroho)

Para penyuluh mengikuti dengan seksama materi workshop 
Wah materinya bagus sekali, perlu dicatat untuk penyuluhan Kelompok Wanita Tani
Ibu-ibu penyuluh tersenyum mendapat ide baru
Acaranya masih lama tidak ya....