Pengikut

Senin, 08 Oktober 2018

Hama Lanas pada Ubi Jalar



                                 
"HAMA LANAS PADA UBI JALAR"


 


Ubi jalar merupakan penghasil zat karbohidrat yang dapat ditanam dimana saja dan kapan saja asal ada air cukup untuk membasahi tanah. Sayangnya ubinya hanya Mengandung zat protein tidak kurang dari 1 %.
Ubi jalar tidak banyaak musuhnya, kadang-kadang diserang ulat daun yang tidak berarti. Tikus juga dapat ikut mengurangi hasil umbinya. Hama yang berarti bahkan dibeberapa tempat merupakan musuh “nomor wahid" adalah hama "Lanas" atau hama "bolong" (Cylas Formicarius).

LIKU-UKU KUMBANG LANAS
Kumbang LANAS. banyak terdapat di daerah yang tanahnya gembur dan praktis tidak ada di daerah yang tanahnya padat. Kumbang LANAS cukup indah bentuk dan warnanya. Sepintas kilas tampaknya seperti seekor semut besar berukuran 5- 61/2 mm.



Gambar 1.     Kumbang Lanas atau Cyrus Formicarius

Kumbang LANAS tidak biasa merayap kemana-mana. Pada siang hari dengan cukup santai mengadakan riungan bersama beberapa saudara kandungnya di tempat yang tedun. Bilamana dia diganggu LANAS dengan seketika merebahkan diri seolah-olah mati. Pada malam hari bilamana ada lampu hama ini sangat kuat tertarik daya tarik sinar
lampu, sampai rela mengorbankan waktu makannya pada malam hari.
Kumbang Cylas atau LANAS betina sebelum, bertelur setelah digalinya lubang sarang sedalam 1 ½ mm kemudian diletakkan sebutir telur didalamnya. Tiap hari hanya dapat bertelur dua butir, sedangkan produksi kapasitasnya rata-rata 150-200 butir selama hidupnya.
Beberapa sarang dapat dibuatnya dalam sebuah umbi. Begitu Larva Cylas keluar, terus menggali lubang dan terowongan ke dalam umbi, larva Cylas dapat mencapai 8 mm.
Siklus dari telur hingga menjadi kumbang lamanya rata-rata 6-7 minggu dan serangga dewasa atau kumbang dewasa yang cukup besar dapat menghasilkan lebih dari 100 ekor kumbang.

KERUSAKAN AKIBAT SERANGAN
      Umbi yang diserang tempayak Cylas atau larva dari luar tampak berlubang-lubang. Bilamana dibelah tampak galian terowongan 'tanpa arah tertenuu. Maklumlah. menggali terowongan dalam keadaan gelap tanpa alat. Di dalam 'terowongan pasti akan ditemukan larva maupun kepornpong dan Larva Muda (Gambar 2).
Kerusakan seluruh hasil dapat mingkat hingga 50 %, bergantung pada jenis tanah dan jenis umbi yang ditanam. Umbi yang dirusak larva Lanas bagian dalamnya tampak ada pembusukan dan berbau khusus dan bila direbus rasanya pahit.
Kebanyakan petani mainggalkan umbi-umbi yang rusak di lapangan, sebenarnyaa tindakan yang tidak bijaksana, karena mereka maninggalkan hama Lanas di lapangan tetap sebagai sumber infeksi.

PENGENDALIAN HAMA LANAS
Pengendalian kumbang Lanas sifatnya lebih banyak preventif dari pada kuratif. Pelaksannannya sebagai berikut:
a.    Tanaman jenis umbi jalar yang tebal kulitnya dan banyak getahnya.
b.    Usahakan dengan jalan penimbunan bedengan, jangan sampai tampak ada umbi di luar tanah.
c.    Jangan menanam umbi dua kali berturut-turut di satu tempat.
d.    Hancurkan umbi yang telah ada infeksinya dan jangan sampai ada umbi yang "sakit” masuk kedalam gudang. Penghancuran umbi yang rusak dapat dilakukan dengan membakar keseluruhannya.
 
Oleh : Ir SUHARYONO KRISTANTO
BPP Kecamatan Semen Kabupaten Kediri



Sumber : - Hama  Tanaman Pangan dan Pembasmiannya/ Rismunandar
         - Pets of Corps in Indonesia

 

Kamis, 30 Juli 2015

REMBUG TANI DI BAWAH NAUNGAN POHON JATI



Rembug Tani Kecamatan Semen bersama Dandim 0809, Kepala BKP3, Kadisperta dan Muspika Semen

 Semen, Selasa (28/7/2015). Disela-sela kegiatan Panen Demplot Padi Hibrida Sembada 168, diselenggarakan acara silaturahim dan sambung- roso   antara  tokoh-tokoh tani dengan segenap pihak terkait, dari Dinas Pertanian, BKP3, TNI, dan  perangkat Desa Pagung.
Pak Taji menjelaskan cara budidaya padi pada Pak Dandim
Suasana  guyub rukun dan sumringah,  melingkupi  wajah para peserta  yang hadir dipagi itu. Meskipun,  rembug atau diskusi ini hanya digelar dibawah naungan pohon Jati beralaskan tikar  terpal  diatas lahan sawah Desa  Pagung, namun kesederhanaan ini  tidaklah mengurangi  esensi  dari isi rembug  tani yang  dilakukan.
Pak Nugroho memberikan tanggapan atas permasalahan petani
Saya ini hanya Penyambung Lidah Rakyat, ujar pak Dan Ramil Semen 
Bu Roosana memberikan penjelasan program Diperta

Pak Kades Supriyadi urun rembug untuk kemajuan Desa Pagung

Pak Sugito: Saya usul agar di Pagung dibuatkan sumur Bor dan perbaikan saluran air
Disikusi  dengan narasumber Ir. Roosana Kabid Produksi, Ir Eviana Kasi Tanaman Pangan, Mantri Pertanian Nugroho Hery Prastowo, SP. MMA,  dan Koordinator BPP Semen Rosaji, SP  ini mendapatkan sambutan positif dari petani. Dipandu oleh Penyuluh pertanian  senior  Bapak  Saifudin  atau  Mbah Din, diskusi  mengalir  dengan hangat dan gayeng.  Masalah yang mengemuka adalah persoalan pengairan dan program pertanian yang diusung Dinas Pertanian. Petani yang unjuk suara diantaranya, Pak Sugito dan Pak Supriyadi. Mereka menyuarakan  keprihatinan akan kekeringan karena debit air yang menurun di musim kemarau serta rusaknya saluran pengairan. Mereka mengharapkan kepada Dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan  Dinas Pengairan bisa membantu membuatkan sumur bor atau perbaikan saluran air.  
Guyub: Suasana rembug tani dibawah naungan pohon Jati
Baik, semua masukan akan ditampung, nanti kita sampaikan kepada Dinas terkait Nggih.
Bapak Rosaji memberikan pengarahan kepada peserta rembug
Dipenghujung acara rembug tani, Bapak Dan Ramil Kecamatan Semen Kapten (Kav) Puguh Bintarto  juga  ikut memberikan motivasi kepada para petani  yang hadir.  Beliau menyampaikan sebagai penyambung lidah rakyat, TNI siap untuk mendampingi  petani dan menyampaikan kesulitan yang terjadi di lapangan kepada pemerintah. Semoga hasil rembug tani  bisa direalisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri sehingga bisa memecahkan masalah pertanian bagi para petani  Desa Pagung khususnya dan Kecamatan Semen pada umumnya. Amien(sholeh_nugroho)

Rabu, 29 Juli 2015

PANEN DEMPLOT PADI HIBRIDA SEMBADA 168 BERSAMA KODIM 0809, DIPERTA DAN BKP3 KABUPATEN KEDIRI DI KECAMATAN SEMEN


Panen Demplot Padi Sembada 168 bersama Kasdim 0809 bersama Muspika Semen  

Panen Padi Sembada 168 bersama Dandim 0809, Kadisperta, Kepala BKP3 di Kecamatan Semen 
Semen, Selasa (28/7/2015).  Panen Demplot Padi Hibrida Sembada 168 dipimpin Komandan Kodim 0809 Letkol (inf) Purnomo Sidi  bersama Mupika Kecamatan Semen, Dinas Pertanian dan BKP3 Kabupaten Kediri dilaksanakan di Desa Pagung Kecamatan Semen. Percontohan padi  yang diujicoba pada lahan  sawah Bapak  Taji Ketua Poktan  Sri Cahyo Mulyo ini menghasilkan  gabah kering panen sekitar  9,58 ton per Hektar.  Sehari sebelumnya (27/7/2015) dalam  rangkaian kegiatan yang sama,  panen demplot padi Sembada 168 yang dihadiri oleh Kasdim 0809 Mayor (Inf) Suko Edi Winarto di Desa Sidomulyo juga memberikan hasil  panen yang  cukup bagus sekitar  8,31 ton gabah kering panen per hektar.
 
Hasil Ubinan mencapai 6,11 kg atau setara 9,58 ton per Hektar
Bersama-sama: Kecamatan Semen Jempool...
Suasana seremonial panen demplot Padi Sembada 168 di Desa Sidomulyo  
Ibu Elok Camat Semen memberikan sambutan di Sidomulyo
Dalam sambutannya Ibu Elok Etika, Sos, MM, selaku Camat Semen mengucapkan selamat kepada Dinas Pertanian, Penyuluh  Pertanian BKP3 dan para petani yang terlibat program ini. Beliau berpesan agar hasil uji coba yang baik ini bisa disebarluaskan kepada petani yang lain. 
Pak Widodo:Mohon bantuan petani target produksi 314 ribu ton GKP tercapai
Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Ir. Widodo, Msi, menyampaikan Demplot Padi Sembada 168 ini diselenggarakan sebagai upaya Dinas Pertanian untuk mengenalkan varietas padi unggul Hibrida yang memiliki produktivitas tinggi kepada petani.  Selain itu,  juga dikenalkan teknologi  bertanam padi Jajar Legowo  dengan  pemupukan berimbang menggunakan pupuk  Petroganik 500  kg/Ha, Phonska 300 kg/Ha dan Urea 200 kg/Ha plus Zn. Hasilnya ternyata ada peningkatan hasil panen gabah petani  sekitar 1-2 ton  per Hektar jika dibandingkan dengan  petani yang  belum menerapkan teknologi ini. Selanjutnya beliau mengungkapkan bahwa Dinas Pertanian mentargetkan peningkatan produksi  gabah tahun 2015 menjadi 314 ribu ton. Hal ini mesti didukung dengan peningkatan produktivitas GKP menjadi 8 ton per Hektar dan Indeks Pertanaman dari  2 kali.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Komandan Kodim 0809 Letkol (inf) Purnomo Sidi yang mengharapkan agar keberhasilan panen percontohan  padi hibrida ini bisa ditiru dan diterapkan petani. Selanjutnya  beliau menghimbau agar hasil  gabah atau beras bisa dijual kepada BULOG untuk meningkatkan ketahanan pangan Nasional  dan kesejahteraan petani.
Saya mengapresiasi kerja keras PPL dan Pengurus Poktan. Tolong ditingkatkan terus ya!
Pak Junadi berpesan kepada PPL dan Poktan
Kepala BKP3 Kabupaten Kediri Ir. Junadi, MM, selaku “Bapaknya Penyuluh Pertanian” , mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak baik dari PPL, pengurus Poktan dan Gapoktan. Beliau berpesan agar teknologi pertanian ini bisa disebarluaskan kepada Poktan yang lain, serta mengajak kepada PPL di daerah untuk meningkatkan pendampingan kepada para petani di wilayah binaannya terutama terkait pasca panen.
Walaupun acara panen demplot padi  ini cukup  sederhana,  namun  mendapatkan animo yang besar dari  berbagai pihak. Turut menghadiri kegiatan tersebut antara lain Kepala BKP3 Ir. Junadi, MM, Dan Ramil Kecamatan Semen Kapten (Kav) Puguh Bintarto,  Kapolsek Semen  AKBP Riko Saksono, Koordinator BPP Semen  Rosaji,  SP. beserta  Penyuluh Pertanian, Kepala Dinas Pengairan Ir. Edy Yuwono, MT, Kepala BPS Kabupaten Kediri, Perwakilan BULOG Divre Kabupaten Kediri, Kades Pagung Supriyadi, Pengurus Gapoktan, Kelompoktani  dan  Kelompok Wanita Tani  se- Desa Pagung.
Memanjatkan Do'a bersama dengan Khusyu'
Terima Kasih Pak Rio (Petrokimia Gresik) atas bantuannya dalam pelaksanaan demplot
Akhirnya  acara yang  digelar lesehan  di lahan  persawahan  Desa Pagung ini, ditutup dengan memanjatkan  do’a  bersama kepada Yang Maha  Kuasa, agar semua  yang  hadir selalu mendapatkan limpahan  Rahmat  dan  Bimbingan dari-Nya.(sholeh_nugroho)
Makan bersama untuk mempererat tali silaturahim dan bentuk rasa syukur 
Pak Din, engkunge uenak tenan yo.......
Petani Sidomulyo bergoyang diatas panggung merayakan panen

Selasa, 07 Juli 2015

DAMPAK KEKERINGAN DI BULAN MEI-JUNI

ANCAMAN PUSO TANAMAN PADI DI KECAMATAN SEMEN


Petugas POPT Kecamatan Semen menunjukkan Tanaman Padi yang kekeringan 
Daun padi telah mengering, tanah sawah retak-retak
Semen (7/7/2015). Menurunnya debit air sumber mata air karena musim kemarau, berakibat lahan pertanian di sejumlah Desa di Kecamatan Semen mengalami kekeringan. Dampaknya lahan tanaman padi seluas 30 Ha terancam Puso. Di Desa Bobang menurut laporan Petugas POPT dan penyuluh pertanian setempat, 20 Ha lahan padi mengalami kekeringan parah, sehingga tidak dapat dipanen. Sedangkan di Desa Semen, kerusakan tanaman padi mencapai 10 Ha. Untuk mengantisipasi meluasnya kegagalan panen, petugas lingkup pertanian telah menyampaikan laporan kepada instansi terkait seperti Pemerintah Kecamatan Semen, Koramil, Dinas Pengairan dan kelompoktani untuk meningkatkan kewaspadaan ancaman kekeringan dan penataan distribusi air untuk lahan pertanian.
Daun padi menguning diusia 65 hari
Petugas memantau kekeringan areal pertanaman padi Desa Bobang

MEMBAGI REZEKI (SHU) DI BULAN SUCI

GELIAT KELOMPOK WANITA TANI SIDOMAKMUR DESA JOHO
Ini bingkisan lebaran mbah. Mugi-mugi manfaat
Beberapa produk makanan olahan KWT Sidomakmur. Kripik Rangginang dan Gadung
Semen (7/7/2015). Diawali dengan kegiatan perkumpulan simpan pinjam ibu-ibu wanita tani sejumlah 23 orang pada tahun 2012 lalu, KWT yang di pimpin Ibu Badriyah secara perlahan berkembang dan mendapat kepercayaan masyarakat Dusun Genengan Desa Joho. Saat ini KWT Sidomakmur telah mempunyai anggota 60 orang dengan kegiatan simpan pinjam dan peningkatan kesejahteraan anggota melalui pembuatan aneka jenis kripik.
Bu Badriyah menunjukkan produk makanan olahan kelompoknya kepada penyuluh
Matur suwun Pak....Mugi-mugi amal njenengan ketampi Gusti Alloh.
Bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Lebaran, pertemuan kali ini sekaligus digunakan untuk pembagian SHU simpan pinjam yang dikelola KWT. Dengan ketelatenan pengurus, dana awal kelompok telah berkembang menjadi 35 juta, dengan pembagian SHU 3,7 juta rupiah. 

Pak Saifudin yang di dapuk sebagai pembina KWT, dalam pengarahannya menyampaikan agar semua anggota dan pengurus terus memupuk kerukunan. Selanjutnya mengharapkan agar kelompok meningkatkan kegiatannya, terutama membuat makanan olahan berbahan baku lokal seperti kripik rangginang, kripik gadung, kripik pisang, kacang klinci dan madu. Hal ini mengingat potensi pasar yang sangat terbuka, karena banyak tempat wisata di Kecamatan Semen, misalnya Sumber Podang di Joho, Waterpark Pagung, dan Gereja Pohsarang
Kehangatan suasana pertemuan KWT
Ibu-ibu anggota KWT sabar menunggu antrian penerimaan SHU
Sebagai ucapan syukur atas Rahmat Allah, pengurus KWT  Sidomakmur memberikan bantuan sosial paket sembako sejumlah 20 bungkus kepada ibu-ibu warga kurang mampu disekitar Dusun Genengan. Semoga dengan ketulusan seluruh anggota dan pengurusnya, sedekah yang ditasarufkan mendapatkan ridlo Allah SWT.(sholeh_nugroho)